Jose Mourinho pernah bermimpi menerima panggilan telepon dari Real Madrid, seperti yang dialami Carlo Ancelotti pada 2021. Ia berharap bisa kembali ke Bernabeu setelah kepergian Zinedine Zidane, namun impian itu tidak pernah menjadi kenyataan.

Mourinho menunggu kabar dari Florentino Perez, tetapi kesempatan itu jatuh pada Ancelotti yang saat itu menangani Everton. Panggilan telepon Ancelotti menjadi awal kembalinya ia ke Madrid dan memenangkan dua gelar Liga Champions tambahan.
Meski tidak kembali sebagai pelatih, Mourinho tetap menjadi figur yang dihormati. Namanya sering disebut di kantor Madrid, dan hubungan baik dengan Perez memastikan pintu tidak pernah sepenuhnya tertutup.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kenangan Mourinho di Bernabeu
Selama tiga musim di Real Madrid, Mourinho membawa tim meraih kesuksesan domestik, termasuk juara La Liga dengan 100 poin dan kemenangan Copa del Rey atas Barcelona. Namun, Liga Champions tetap menjadi tantangan baginya.
Momen pahit di semifinal Liga Champions melawan Barcelona, Bayern Munich, dan Dortmund menjadi pengalaman berharga yang membentuk tim Madrid berikutnya. Mourinho mengakui bahwa periode itu meletakkan dasar bagi kesuksesan klub di musim-musim berikutnya.
Meskipun tidak menaklukkan Eropa bersama Madrid, kontribusinya tetap dikenang. Keberanian dan semangat kompetitifnya meninggalkan jejak yang diapresiasi oleh pemain, staf, dan penggemar.
Baca Juga: Madrid Terus Bayangi Barcelona, Raphinha: Fokus Kami Tetap pada Diri Sendiri
Perjalanan Mourinho Setelah Madrid

Setelah meninggalkan Madrid, karier Mourinho mengalami pasang surut. Ia meraih Liga Premier bersama Chelsea, Liga Europa bersama Manchester United, dan Liga Conference bersama AS Roma. Namun, ia juga menghadapi kegagalan di final Liga Europa dan pengalaman singkat tanpa gelar di Tottenham dan Fenerbahce.
Kini, Mourinho kembali menangani Benfica, tiga bulan sebelum situasi Xabi Alonso di Bernabeu menjadi rumit. Reputasinya sebagai pelatih yang sukses namun fleksibel tetap membuatnya menjadi sosok yang diperhitungkan di kancah Eropa.
Kesuksesannya di berbagai liga menegaskan bahwa meski tidak kembali ke Madrid, kualitas Mourinho tetap diakui dan dicintai banyak pihak.
Hubungan dan Kehormatan di Valdebebas
Mourinho, Zidane, dan Ancelotti menjadi tiga pelatih yang paling dipercaya Perez. Dua di antaranya kembali melatih klub, sedangkan Mourinho belum mendapat kesempatan kedua. Namun hubungan mereka tetap penuh rasa hormat, dan komunikasi berjalan secara rutin.
Pada kunjungannya baru-baru ini, Mourinho disambut hangat oleh penggemar di bandara Barajas, menandatangani tanda tangan, dan langsung mengikuti sesi latihan Benfica di Bernabeu. Kehadiran ini menunjukkan ikatan emosional yang kuat antara Mourinho dan Madrid.
Meski impian kembali sebagai pelatih tidak tercapai, nama Mourinho tetap dihormati. Pengalaman, kontribusi, dan hubungan baiknya dengan manajemen membuatnya selalu menjadi bagian dari sejarah dan budaya Real Madrid. Simak terus pembahasan real madrid terupdate lainnya hanya di realmadridplanet.com.
