Mantan penyerang Real Madrid, Javier Saviola, memberikan pandangannya mengenai awal perjalanan Franco Mastantuono di Spanyol. Ia menilai pemain muda asal Argentina itu masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan tuntutan sepak bola Eropa. Bermain di klub sebesar Real Madrid jelas bukan hal yang mudah bagi pemain yang baru datang dari Amerika Selatan.

Saviola memahami situasi Mastantuono karena memiliki pengalaman serupa. Keduanya sama-sama meninggalkan River Plate di usia muda untuk bergabung dengan klub besar Eropa. Menurutnya, proses adaptasi adalah fase penting yang tidak bisa dilewati begitu saja.
Ia menegaskan bahwa Mastantuono memang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi tinggi yang diberikan publik. Namun, hal itu wajar karena ini adalah musim pertamanya. Saviola yakin performa terbaik sang pemain akan datang seiring waktu dan pengalaman.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Perbedaan Besar Sepak Bola Spanyol
Saviola menjelaskan bahwa La Liga memiliki karakter permainan yang berbeda dibanding kompetisi di Amerika Selatan. Intensitas, taktik, dan tekanan mental di Spanyol jauh lebih tinggi. Karena itu, pemain muda membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme baru tersebut.
Menurutnya, banyak talenta Amerika Selatan yang bersinar setelah melalui masa adaptasi yang tidak mudah. Kesabaran menjadi kunci agar pemain dapat berkembang secara maksimal tanpa tekanan berlebihan. Proses ini penting untuk membangun fondasi yang kuat dalam karier jangka panjang.
Ia percaya Mastantuono memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk sukses. Dengan bimbingan yang tepat dan kesempatan bermain yang cukup, sang pemain bisa berkembang menjadi sosok penting bagi Real Madrid di masa depan.
Baca Juga: Jose Mourinho dan Impiannya Kembali ke Real Madrid
Jangan Terburu Membandingkan dengan Yamal

Nama Mastantuono mulai dibandingkan dengan Lamine Yamal yang tampil gemilang di usia muda. Namun Saviola menilai perbandingan tersebut tidak adil. Ia menyebut Yamal sebagai pemain dengan kepribadian dan bakat yang memang sudah terlihat luar biasa sejak awal.
Saviola bahkan mengaku pernah melihat langsung perkembangan Yamal saat melatih tim junior Barcelona. Ia menyadari sejak awal bahwa pemain tersebut memiliki karakter berbeda. Karena itu, membandingkan Mastantuono dengan Yamal justru bisa menjadi beban tambahan.
Ia juga mengingat pengalamannya sendiri ketika dulu dibandingkan dengan Zinedine Zidane saat masih muda. Menurutnya, perbandingan seperti itu tidak sehat dan hanya menambah tekanan. Setiap pemain memiliki jalur perkembangan yang berbeda.
Potensi Besar yang Menunggu Meledak
Saviola menilai Mastantuono adalah pemain yang bermain sederhana namun efektif. Ia memiliki kemampuan satu lawan satu yang kuat dan dapat memberikan kontribusi dari sisi sayap. Namun, ia masih perlu meningkatkan ketajaman di depan gawang.
Menurutnya, detail kecil dalam penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan akan membuat Mastantuono semakin lengkap. Dengan latihan dan pengalaman, kualitas tersebut akan terus berkembang. Ia yakin ledakan performa hanya tinggal menunggu waktu.
Ketika sudah benar-benar beradaptasi dan mendapatkan kontinuitas bermain, Mastantuono diyakini akan menjadi pemain yang dinantikan publik Madrid. Saviola optimistis bahwa masa depan cerah menanti sang pemain, asalkan ia diberi ruang untuk tumbuh tanpa tekanan berlebihan. Jangan lupa luangkan waktu Anda untuk mengeksplorasi lebih banyak berita tentang Real Madrid lainnya hanya dengan klik realmadridplanet.com.
